Senin, 08 Oktober 2012

KAFEIN

Kafeina atau lebih populer di sebut kafein adalah sebuah senyawa yang berbentuk kristal dan berasa pahit. Kafein ditemukan oleh kimiawan jerman Friedrich Ferdinand Runge pada tahun 1819. Kafein ialah alkaloid yang tergolong dalam famili methylxanthine bersama-saa senyawa teofilin dan teobromin. Kafein memiliki berat molekul 194,19 dengan rumus kimia C8H10N8O dan pH 6,9 (larutan kafein 1% dalam air).Kafein dapat dijumpai secara alami pada biji kopi, daun teh, buah kola guarana dan mate.


Teh adalah salah satu bahan alam yang mengandung kafein. Dalam bermacam-macam teh, terdapat kandungan kafein yang bervariasi:
1. Teh Hitam, mengandung kafein yang paling tinggi dibandingkan jenis lainnya yaitu mengandung kafein sekitar 50-100 mg per cangkirnya.
2. teh Oolong, mengandung kafein sekitar 30 mg per cangkirnya.
3. Teh Hijau, mengandung kafein sekitar 25 mg per cangkirnya.
4. Teh Putih, mengandung kafein sekitar 15 mg per cangkirnya.
Kafein merupakan senyawa yang bermanfaat bagi manusia, yang telah memberikan banyak keuntungan terutama untuk meningkatkan daya konsentrasi dan menambah kenikmatan dalam mengkonsumsi suatu minuman. Tapi perlu Anda tahu teh juga dapat memberi efek samping bagi kesehatan, karena teh memiliki kandungan kafein (theine) sangat tinggi kadarnya. Zat-zat stimulant yang terkandung dalam kafein ini dapat meninggalkan kerak pada dinding usus, sehingga dapat menghambat rantai produksi enzim-enzim dalam pencernaan.













7 komentar:

  1. 1. diketahui bahwa dari bermacam-macam teh dalam bacaan di atas, masing-masing mempunyai kadar kafein yang berbeda.
    mengapa bisa demikian? apa faktor yang menyebabkan variasi kadar kafein dalam teh?

    2. kafein selain bermanfaat, juga punya efek negatif jika kafein-nya mempunyai kadar yang sangat tinggi. bagaimana cara untuk menurunkan/mengurangi kadar kafein dalam teh tersebut?


    #balas ya teman2.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara untuk menurunkan/mengurangi kafein dalam teh :

      * Metode ekstraksi

      Metode ini sering digunakan untuk dekafeinasi biji kopi. Biji kopi di-steam terlebih dahulu selama 30 menit kemudian diekstraksi selama 10 jam menggunakan solven. Setelah dipisahkan dari solven, biji kopi di-steam kembali untuk menghilangkan sisa solven. Solven yang dapat digunakan adalah benzena, diklorometana, trikloroetana, dan kloroform. Namun, karena alasan keselamatan, dampak lingkungan, harga, dan rasa, maka solven tersebut dapat digantikan dengan bahan yang lebih tidak berbahaya seperti etanol, etil asetat, dan trigliserida.

      Hapus
  2. Teh secara tradisional dikelompokkan berdasarkan derajat periode "fermentasi" daun:

    Teh putih
    Pucuk daun muda (kuntum daun yang baru tumbuh) tidaklah dioksidasi; pucuk-pucuk ini dihindarkan dari sinar matahari demi mencegah pembentukan klorofil. Teh putih diproduksi hanya sedikit dibandingkan jenis teh lain, dan akibatnya menjadi lebih mahal dibandingkan teh yang diambil dari yang sama dengan proses yang berbeda. Teh ini jarang ditemui di luar Cina, meskipun di dunia barat mulai menyukai teh organik dan bermutu prima.

    Teh hijau
    Proses oksidasi dihentikan setelah sedikit oksidasi dengan penerapan panasa, apakah itu dengan pengukusan, atau dengan penggongsengan, metode tradisional Cina. Daun teh dapat dikeringkan sebagai daun terpisah atau digulungkan membentuk pelet kecil untuk menghasilkan Teh bubuk. Proses ini memakan waktu dan biasanya dilakukan pekoe untuk mutu terbaik. Teh diolah sehari atau dua hari setelah panen.

    Teh oolong (Wulong)
    Oksidasi dihentikan pada waktu standar teh hijau dan teh hitam. Proses oksidasi memerlukan waktu dua atau tiga hari. Di dalam bahasa Cina, teh semi-oksidasi digolongkan sebagai teh biru (青茶, harfiahnya: teh biru-hijau), sedangkan istilah "oolong" digunakan secara khusus sebagai nama untuk teh semi-oksidasi tertentu.

    Teh hitam/teh merah
    Daun teh hijau dimungkinkan untuk dioksidasi sempurna. Teh hitam adalah bentuk yang paling lazim di Asia Selatan dan Asia Tenggara dan pada abad lalu di banyak negara Afrika misalnya Kenya, Burundi, Rwanda, Malawi, dan Zimbabwe. Terjemahan harfiah dari istilah Cina adalah teh merah, yang digunakan oleh beberapa pecinta teh. Orang Cina menyebutnya teh merah karena larutan teh yang dihasilkan dari teh ini akan berwarna merah. Orang Barat menyebutnya teh hitam karena daun teh yang digunakan untuk penyeduhan biasanya berwarna hitam. Namun, teh merah juga disebut rooibos, yaitu teh herbal Afrika Selatan yang semakin merakyat. Proses oksidasi akan mengambil waktu enam pekan. Teh hitam kemudian digolongkan sebagai ortodoks atau sebagai CTC(Crush, Tear, Curl) (Remas, Peras, Keriting); sebuah metode produksi yang dikembangkan pada tahun 1930-an. Teh hitam yang tidak dikocok juga dikenali berdasarkan tempat dari mana mereka berasal, tahun panen dan pemetikan (pertama, kedua, atau musim gugur). Teh hitam proses ortodoks kemudian dikelas-kelaskan menurut mutu daun pascaproduksi oleh sistem Orange pekoe, sedangkan tehCTC menggunakan sistem klasifikasi berbeda.


    berdasarkan penggolongan teh diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan kadar kafein dalam teh adalah kadar oksidasinya. semakin sempurna suatu teh dioksidasi, maka kadar kafeinnya akan semakin berkurang..

    trim's

    BalasHapus
  3. Dari literatur yang saya dapat, dikatakan bahwa dekafeinasi adalah suatu proses untuk mengurangi kadar kafein dalam kopi, coklat, teh, serta bahan-bahan lainnya yang juga mengandung kafein. Untuk mengurangi kadar kafein dapat dilakukan melalui Proses CO2.

    Secara teknis, proses ini dikenal sebagai ekstraksi fluida superkritis. Ekstraksi dilakukan menggunakan karbon dioksida superkritis pada tekanan 73 – 300 atm selama 10 jam. Setelah itu, tekanan diturunkan untuk menguapkan CO2, atau CO2 superkritis tersebut dialirkan ke air atau filter arang untuk menghilangkan kafein. Proses ini memiliki keunggulan yaitu dapat menghindari penggunaan solven yang berbahaya.

    BalasHapus
  4. menurut saya kandungan kafein yang berbeda-beda pada daun teh itu tergantung dari cara mengekstraksi teh itu senditi. kadar kafein teh yang diekstraksi dengan menggunakan air panas kadar kafeinnya lebih tinggi dibanding dengan kadar kafein yang diseduh dengan air hangat saja.

    BalasHapus
  5. menurut literatur kandungan kafein dari teh dipengaruhi oleh banyak faktor, karenanya tidak selalu teh hitam mengandung kafein lebih tinggi dibanding teh hijau, atau teh putih memiliki kadar kafein paling kecil.

    Faktor terbesar yang mempengaruhi kadar kafein dalam teh adalah bagian dari tanaman teh yang digunakan. Pada tanaman teh, kandungan kafein paling banyak terdapat di tunas daunnya, sedangkan daun yang tua dan batangnya memiliki kadar kafein yang lebih rendah.

    Namun teh umumnya mengandung zat antioksidan yang disebut dengan flavonoid, zat ini telah terbukti bisa membantu memperlambat atau menghambat reaksi kimia yang disebabkan oleh radikal bebas di dalam tubuh.

    BalasHapus
  6. bagaimana cara pengurangan kafein untuk pakan ternak

    BalasHapus